Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Pelajaran dari Badai Hidup – Tetaplah berdoa

Khotbah, Minggu, 01 Desember 2019
Pembicara : Pdt. Hezron Sibarani

Angin ribut diredakan
(Matius. 8:23-27; Markus. 4:35-41)
Lukas 8:22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka. 
23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya. 
24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh. 
25 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”

Ayat 22 menjelaskan keadaan saat mula-mula ikut Tuhan Yesus kehidupan berjalan dalam damai, tenang dan semua berjalan begitu baik.

Ayat 23 menunjukkan bahwa kadang-kadang hidup kita dilanda badai yang menakutkan. Tiba-tiba ada ada masalah.

Mengapa ini bisa terjadi ?

1. Supaya ada pertumbuhan iman.
Masalah, persoalan dan badai kehidupan diijinkan Tuhan melanda hidup kita supaya kita mengalami pertumbuhan iman. Sering keadaan yang tenang dan serba cukup membuat kita tidak bertumbuh.
Tuhan mau setiap anak-anak-Nya memiliki iman yang terus bertumbuh dan makin kuat sehingga kita tidak takut menghadapi tantangan, tidak mudah putus asa dan mundur.

2. Supaya kita tetap berdoa.
Di ayat 23 Yesus tertidur. Mengapa tiba-tiba badai datang ? Karena murid-murid Yesus tidak berkomunikasi dengan Tuhan. Ini digambarkan dengan keadaan Yesus yang sedang tertidur.
Mungkin dulu kita begitu menggebu-gebu berdoa, saat tidak punya pekerjaan berdoa begitu sungguh-sungguh, saat hidup kesusahan berdoa terus-menerus. Tetapi saat sudah mulai diberkati, sudah memiliki pekerjaan, sudah dilepaskan dari berbagai masalah, kita mulai kendor berdoanya.
Yesus tertidur karena murid-murid-Nya tidak berkomunikasi dengan Yesus.
Saat badai melanda, ayat 24, murid-murid-Nya membangunkan Yesus. Mereka mulai berkomunikasi dengan Tuhan.
Jangan tinggalkan doa dalam keadaan apapun. Tuhan selalu membuka telinga untuk mendengar doa kita.

Jadi saat kita mulai malas berkomunikasi dengan Tuhan, mulai tidak semangat berdoa, Tuhan dapat ijinkan badai yang menakutkan melanda hidup kita supaya kita kembali mulai berdoa lagi. Saat kita mulai malas berdoa iman percaya kita akan terus melemah (ayat 25).

Sekali lagi badai dan masalah dapat diijinkan Tuhan melanda hidup kita supaya kita mulai lagi semangat berdoa.
Doa membuat pagar perlindungan Tuhan yang mengelilingi kita. Sama seperti Tuhan memagari hidup Ayub.

Ayub 1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu

1 Tesalonika 5:17 Tetaplah berdoa.

Ayat yang singkat ini memiliki kuasa yang luar biasa.

Kalau kita mulai malas berdoa, mari berbalik dan segera bangunkan Yesus. Tuhan Yesus akan selalu siap untuk bangun kalau kita mau berdoa kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *