Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Atas Izin Tuhan

Khotbah Minggu, 09 Februari 2020
Pembicara : Pdm. Muradi S

Saat ini di sekeliling kita banyak kejadian yang tidak mengenakan kita. Ada yang sakit, ada yang sedang menghadapi banyak pencobaan dan hal-hal lain yang membuat kita berpikir mengapa ini harus terjadi.

Ayub 1:8-12 (TB) 8.Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
9. Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? 
10. Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
11. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” 
12.Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. 

Dalam kisah Ayub seorang hamba Tuhan yang saleh dan takut akan Tuhan, Iblis menggoncangkan kehidupan Ayub dengan begitu banyak penderitaan.
Semua penderitaan yang dialami Ayub hanya dapat terjadi setelah Tuhan mengijinkan Iblis mengganggu kehidupan Ayub.

Dengan tujuan menguji Ayub apakah dia benar-benar sungguh-sungguh takut akan Tuhan.

Matius 10:29-31 (TB) 29. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
30.Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
31.Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Di dalam Matius 10 ini, Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa burung pipit yang tidak berharga pun tidak akan bisa jatuh ke tanah kalau Tuhan tidak menghendakinya atau mengizinkannya.

Nabi Yeremia mengalami banyak hal dalam masa pelayanannya. Dia adalah salah seorang nabi yang mengalami banyak pergantian raja dan mengalami penjajahan Asyur, Mesir dan Babel.

Dia mengalami bangsa Israel dibebaskan, lalu dijajah kembali, dibebaskan dan dijajah kembali.

Suatu waktu setelah menyampaikan nubuat dari Tuhan, nabi Yeremia dimasukan penjara. Lalu dalam penjara dia berdoa:

Yeremia 32:17 (TB) Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!

Yeremia merenungkan bahwa Tuhan yang dia sembah dan layani adalah Tuhan yang sangat berkuasa. Tuhan dapat melakukan banyak hal yang Dia kehendaki dan tidak suatu hal pun yang mustahil bagi Tuhan.

Yeremia 32:18 (TB) Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam

Tuhan dapat melakukan apapun yang Dia mau karena Tuhan Maha Kuasa.

Ayub 42:1-2 (TB) 1.Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 
2.”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 

Ayub pun sama, setelah mengalami ujian yang sangat berat, akhirnya dia bisa mengalami bahwa Tuhan adalah Allah yang memiliki kuasa luar biasa.

2 Korintus 12:8-10 (TB) 8. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 
9.Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
10.Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Keyakinan iman
Roma 8:31-39 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 
32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 
33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 
34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 
35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 
36 Seperti ada tertulis:
“Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”
37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 
38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 
39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Tujuan yang kedua Tuhan mengijinkan hal-hal yang tidak sesuai keinginan kita terjadi adalah supaya kita dapat benar-benar menikmati kasih Tuhan yang besar.

Menikmati lebih dari sekedar merasakan, karena menikmati kita akan begitu mudah mengucap syukur.

Mazmur 66:10 (TB) Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 

Yesaya 48:10 (TB) Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. 

Maleakhi 3:2 (TB) Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 

Maleakhi 3:3 (TB) Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 

Tuhan mengijinkan persoalan, masalah bahkan penderitaan supaya:

1. Kita semakin yakin bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha Kuasa.

2. Kita dapat mulai menikmati setiap berkat dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita.

3. Kita semakin dimurnikan, semakin dibentuk menjadi seorang yang berkenan kepada Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *