Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Lebih Bersungguh-sungguh

Khotbah Minggu, 02 Februari 2020.
Pembicara : Pdt. Wahyu Seharja

Ulangan 11: 10 Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. 
11 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; 
12 suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 
14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, 
15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang. 
16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya. 
17 Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu
 
 
Janji Tuhan dapat tergenapi dalam hidup kita, dan dapat juga tidak terjadi dalam hidup kita.  Ayat 13 dari bacaan kita ini:
 
 
13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
 
 
Ada satu kata “sungguh-sungguh”. Sungguh dalam ikut Tuhan, sungguh-sungguh dalam melayani Tuhan. Dengan sungguh-sungguh dalam mengikut Tuhan kita akan menikmati janji-janji Tuhan.
 
 
Sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan akan membuat kita mendapat kekuatan yang luar biasa dari Tuhan.
 
 
Sungguh-sungguh menyembah Tuhan akan memberikan kita kelegaan dalam hidup kita, walaupun sedang dalam keadaan yang sangat sulit. Sehingga tidak ada sungut-sungut dalam menghadapi kesesakan.
 
 
Tuhan mau kita bersungguh-sungguh ikut Tuhan. Sungguh-sungguh berdoa itu yang Tuhan mau dalam hidup kita.
 
 
Matius 21: 12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati  13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
 
 
Tuhan mau hidup kita menjadi “Rumah Doa” bukan dipakai untuk yang lain yang tidak sesuai keinginan Tuhan.
 
 
Tuhan marah karena rumah-Nya dipakai sebagai “sarang penyamun” bukan untuk menjadi “rumah doa”.
 
 
Dalam kesesakan kita harus berdoa dan memanggil nama Tuhan.
 
 
Sekali lagi kata “sungguh-sungguh” penting sekali untuk kita praktek-kan dalam hidup kita.
 
 
Rumah Ku disebut Rumah Doa. Itu yang Tuhan mau berdoa dan saling mendoakan.
 
 
Tuhan sangat senang jika kita saling mendoakan sesama kita. Dalam keadaan apapun Tuhan mau kita saling mendoakan.
 
 
Mazmur 122: 1. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku:
“Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” 2 Sekarang kaki kami berdiri
di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
 
 
Daud bersuka cita karena ada di Rumah Tuhan. Daud mengajarkan kita untuk menikmati kata “sungguh-sungguh” menikmati Bait Tuhan.
 
 
 
1 Raja 8: 41 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu, – 42 sebab orang akan mendengar tentang nama-Mu yang besar dan tentang tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung – dan ia datang berdoa di rumah ini,  43 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.
 
 
Bangsa Israel membuat Bait Allah, tempat kediaman Allah, tempat umat-Nya berdoa bahkan jika ada orang asing berdoa, Tuhan akan mendengar doa-doanya.
 
 
Kita diajar untuk “sungguh-sungguh” berdoa siapapun kita, apapun latar belakang keadaan kita.
 
 
Mazmur 63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
 
 
Kalau kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, maka Dia akan menopang kita senantiasa.
 
 
Amsal 10: 27 Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.
 
 
Mari kita sungguh-sungguh melekat, sungguh- sungguh berdoa, sungguh-sungguh hidup berkenan kepada Tuhan. Janji- janji Tuhan yang ajaib akan selalu kita nikmati.
 
 
Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *