Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Menjadi Murid

Khotbah Minggu, 17 November 2019
Pembicara : Pdt. Martin Winarto

Ibrani 5:8 (TB) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Sebagai manusia, kita selalu memiliki kesempatan untuk belajar. Bahkan Tuhan Yesus juga belajar “taat”.

Ketaatan hamba TUHAN
Yesaya 50 : 4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru
Kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak,
tidak berpaling ke belakang.
6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku,
dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda.
Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu
karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku?
Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara?
Biarlah ia mendekat kepadaku!

17 November ini adalah hari murid sedunia dan tema Firman Tuhan adalah menjadi “murid”

Murid adalah orang/anak yang sedang berguru kepada yang mengajar.

Dalam bahasa Ibrani Murid disebut ” Limmud” artinya pelajar.

Yang namanya murid itu selalu belajar. Belajar itu tidak mengenal waktu dan tidak dibatasi oleh usia.

Limmud itu adalah orang belajar dan dilatih. Sebagai murid kita harus mau belajar. Belajar itu bukan cuma sekali, tetapi terus menerus tanpa mengenal usia dan waktu.

Kita akan disebut murid kalau kita tidak pernah berhenti belajar.

Tuhan Yesus adalah guru agung kita yang mengajar kepada kita tiap hari terus menerus.

Guru pun sama, harus mengajar tanpa berhenti. Mengajar terus menerus.

Sebagai murid kita harus belajar dengan “antusias”. Semangat dan tidak perlu dipaksa. Antusias belajar menandakan murid belajar dengan sungguh-sungguh.

Kalau murid belajar dengan semangat dan antusias maka akan membuat guru yang mengajar itu senang dalam mengajari murid-muridnya.

Rahasia menjadi seorang murid:

1. Mengucapkan perkataan Firman Tuhan

Yesaya 50 : 4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.

Perkataan kita bisa membuat orang bahagia, bisa juga membuat orang sakit hati.
Saat kita menggunakan lidah kita untuk memperkatakan Firman Tuhan akan membuat kita semakin mengenal Tuhan Yesus sebagai Guru Agung kita.
Sebagai murid Tuhan kita harus mempergunakan lidah kita, perkataan kita untuk memuliakan Tuhan, untuk mengucapkan Firman Tuhan.

Semakin sering kita bergaul dengan Tuhan kita akan mengeluarkan wangi Firman Tuhan. Karena kita menggunakan lidah seorang murid yaitu mengucapkan perkataan Firman.

2. Mendengar dengan rendah hati

Menjadi seorang murid Kristus harus banyak mendengar dengan rendah hati.

Yesaya 50:4b Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Untuk mendengar kita perlu rendah hati. Banyak mendengar itu susah. Telinga harus dibuka untuk dapat mendengar. Dengarlah dengan rendah hati.

3. Memiliki semangat pemenang

Yesaya 50:8  Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama!
Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!
9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang;
ngengat akan memakan mereka.

Roma 8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Disaat kita memiliki semangat pemenang, untuk datang berbakti dan beribadah bukan sesuatu yang memberatkan dan buka merupakan masalah. Semangat pemenang membuat kita kuat untuk tetap belajar dan menjadi pemenang dalan setiap kehidupan kita.

Ada 3 hal yang menjadi rahasia sebagai seorang “murid”:

1. Lidah seorang murid, yaitu mengucapkan perkataan Firman, menjadi berkat dengan perkataannya.
2. Mendengar dengan rendah hati
3. Memiliki semangat pemenang.

Tuhan Yesus Memberkati. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *