Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Pelajaran dari penyembuhan dua orang buta

Khotbah Minggu, 13 Oktober 2019
Pembicara : Pdt Adrianus, Bandung
 
 
Yesus menyembuhkan mata dua orang buta
Matius 9:27-31
27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” 
28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” 
29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” 
30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” 
31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
 
Orang buta ini dalam keadaan serba terbatas dan kekurangan. Kedua orang buta ini mungkin tidak seberuntung orang lain dijamannya. Mereka menjadi orang yang tidak dianggap bahkan bisa dianggap hanya menyusahkan orang lain.
 
Namun ada secercah harapan saat mereka mendengar suatu nama, seorang pribadi yang bernama Yesus.
 
Mereka berdua banyak mendengar mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. 
 
Kita sebagai anak-anak Tuhan sering mendengar banyak mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Di saat kita menghadapi masalah yang berat bahkan sangat berat, apakah banyak mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus itu tidak membuat kita ingin mencari-Nya ?
 
Apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa penyembuhan kedua orang buta?
 
1. Kedua orang buta ini mengenal Yesus
 
Matius 9:27
27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” 
 
Istilah ” Anak Daud” menunjukan kedua orang buta ini mengenal Tuhan Yesus.
 
Betapa lemahnya kehidupan kita dan kita sangat membutuhkan pertolongan dari yang lebih kuat, lebih berkuasa daripada kita.
Betapa pentingnya kita mengenal Yesus sebagai pribadi yang berbeda dengan banyak manusia-manusia lain. Mengenal Yesus sebagai Tuhan yang punya kuasa dan sebagai Tuhan yang menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Dia adalah Allah yang benar, Allah yang dapat mengaruniakan hidup yang kekal.
 
Hosea 4:6
6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu
maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
 
1 Yohanes 5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
 
Pengenalan kita kepada Allah menuntut kesungguhan hari kita.
 
Yeremia 29:12-13
12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; 
13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
 
 
2. Memohon Belas Kasihan dan juga miliki belas kasihan dalam hidup kita.
 
Matius 9:27
27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” 
 
Apakah kedua orang buta ini salah datang kepada Yesus?
 
Matius 9:36
36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
 
Tidak salah, karena Tuhan sangat mengasihi kita anak-anak-Nya. Tuhan Yesus penuh belas kasihan saat kita dalam keadaan tidak berdaya.
 
Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan melihat keadaan orang yang mengikuti Dia.
 
Kalau Tuhan yang penuh belas kasihan maka kita sebagai anak-anak-Nya juga harus memiliki belas kasihan.
 
Amsal 19:17
17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
 
Saat kita dapat berbelas kasihan kepada sesama, itu sama dengan memiutangi Tuhan. Maka mari kita belajar seperti Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan.
 
3. Miliki iman percaya
 
Matius 9: 28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” 
 
Sebelumnya orang-orang buta ini memanggil Yesus sebagai “Anak Daud”, lalu saat ditanya oleh Tuhan Yesus di ayat 28 mereka memanggil Yesus sebagai ” Tuhan”. Dalam bahasa Yunani disebut “Kurios” atau Tuan. Mereka begitu yakin bahwa Tuhan Yesus pasti sanggup menolong mereka. 
 
Saat kita datang kepada Tuhan dengan segala beban yang sangat berat, apakah kita mau panggil Yesus sebagai Tuhan sebagai tanda penyerahan penuh, percaya penuh kepada Yesus?
 
Ibrani 11:6
6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
 
Tanpa iman percaya yang sungguh-sungguh, tidak mungkin kita berkenan kepada Allah. 
 
Apa yang perlu kita kerjakan untuk memiliki iman percaya?
 
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus
 
Kita harus memberikan waktu terbaik untuk Tuhan. Memberikan waktu untuk ibadah, untuk merenungkan Firman Tuhan.
 
Firman Tuhan yang kita dengar akan dimeteraikan oleh Roh Kudus sehingga dapat membuat iman kita bertumbuh. 
 
4. Memasyurkan Nama Tuhan
 
Matius 9:30-31
30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” 
31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
 
Sukacita mereka begitu meluap-luap karena mengalami kuasa Tuhan sehingga mereka keluar dan memasyurkan Nama Tuhan di seluruh daerah itu.
 
Mereka ceritakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan mereka dan mereka begitu bersukacita untuk memberitakan kabar baik ini kepada orang-orang disekitar mereka.
 
Matius 5:13-16
13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 
15 Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 
16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
 
Tugas kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah menikmati kebaikan Tuhan adalah untuk memasyurkan nama Tuhan dimanapun kita berada sehingga nama Tuhan dipuja dan dipuji.
 
Kita adalah penerus Kristus untuk melanjutkan banyak hal yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus dijaman kita hidup sekarang ini. 
 
Melalui mujizat penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus kepada kedua orang buta kita belajar:
 
1.Kedua orang buta ini mengenal Yesus,
2. Memohon Belas Kasihan dan juga miliki belas kasihan dalam hidup kita.
3. Miliki iman percaya
4. Memasyurkan Nama Tuhan
 
Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *