Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Kuasa Pujian

Khotbah Minggu, 30 Juni 2019

Pambicara : Pdm. Muradi S

Pada 2 minggu lalu kita sama-sama merenungkan keadaan bangsa Israel yang sudah 1 tahun keluar dari Mesir, mereka menetap sementara di daerah gunung Sinai, lalu mulai berangkat menuju padang Paran dan terakhir sampai di dataran Moab. Jarak menuju tanah perjanjian hanya hitungan hari lagi, tetapi kita sama-sama tahu mereka harus menempuh 40 tahun untuk menikmati tanah perjanjian yang berlimpah dengan anggur dan madu.

Ada 3 hal yang akan kita renungkan:
1. Mengucap syukur dalam segala hal, jauh lebih baik daripada bersungut-sungut
2. Sepakat, maka doa kita akan menjadi doa yang sangat berkuasa
3. Tetap hidup dalam anugerah Tuhan, jangan pernah jauh dari Tuhan, maka segala kutuk dan serapah tidak akan menimpa kita.

Lalu kita sama-sama juga belajar mengenai perumpamaan harta yang terpendam. Kerajaan surga adalah harta yang terpendam yang nilainya jauh lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini.

1 Tawarikh 22:7 (TB) kata Daud kepada Salomo: “Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, 

Daud sangat ingin sekali membangun Bait Allah untuk memindahkan tabut perjanjian yang ada di Kemah Suci, tetapi karena dosa Tuhan melarang Daud untuk membangun Bait Allah bagi-Nya. Tetapi meminta anak Daud yaitu Salomo untuk membangunnya.

1 Tawarikh 22:8 (TB) tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku.

Akibat dosa, walaupun Daud seorang yang sangat dikasihi Allah, tetapi dosa membuat Tuhan melarang Daud untuk membangun Bait Allah.

1 Tawarikh 23:1-5
1 Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel. 
2 Ia mengumpulkan segala pembesar Israel, juga para imam dan orang-orang Lewi. 
3 Lalu dihitunglah orang-orang Lewi, yang berumur tiga puluh tahun ke atas, dan jumlah orang-orang mereka, dihitung satu demi satu, ada tiga puluh delapan ribu orang. 
4 “Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di rumah TUHAN; enam ribu orang harus menjadi pengatur dan hakim; 
5 empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian,” kata Daud. 

Tugas membangun Bait Suci adalah tugas yang sangat berat, apalagi dibebani kepada seorang muda yang bernama Salomo.
Daud selain mempersiapkan segala bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun Bait Suci itu, dia juga menyampaikan pesan penting yaitu mempersiapkan 38ribu kaum Lewi yang diberi tugas untuk mengawasi, mengatur dan menjadi hakim, menjadi penunggu pintu dan terakhir 4000 orang ditugaskan secara khusus untuk memuji Tuhan secara terus menerus.

ini pekerjaan yang sepertinya tidak ada manfaatnya bagi proses pembangunan Bait Suci. Sementara orang-orang mengangkat batu, memotong kayu dan lain sebagainya tetapi 4000 orang Lewi ini hanya menyanyi pujian bagi Allah.

2 Tawarikh 5:11-14
11 Lalu para imam keluar dari tempat kudus. Para imam yang ada pada waktu itu semuanya telah menguduskan diri, lepas dari giliran rombongan masing-masing. 
12 Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. 
13 Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, 
14 sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.

Tugas yang berat bagi manusia, bahkan mustahil bagi manusia, tetapi dengan puji-pujian yang terus dinyanyikan bagi Tuhan akan membuat kemuliaan Tuhan turun bukan saja memberi kekuatan kepada kita tetapi kepada orang-orang di sekitar kita.

Nabi Elisa adalah seorang nabi yang banyak sekali melakukan mujizat. Dia adalah murid dari nabi Elia seorang nabi yang luar biasa. Elisa membangkitkan orang mati, membuat kapak dari besi bisa mengapung di air dan banyak lagi. Dari mana kekuatan melakukan banyak mujizat itu Elia dapatkan? Elia suka memuji Tuhan.

2 Raja-Raja 3:12-15
12 Berkatalah Yosafat: “Memang padanya ada firman TUHAN.” Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa. 
13 Tetapi berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu.” Jawab raja Israel kepadanya: “Jangan begitu, sebab TUHANmemanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Moab!”
14 Berkatalah Elisa: “Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu. 
15 Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia.

Betapa pentingnya puji-pujian kepada Allah yang terus dinyayikan dalam hidup kita. Jangan pernah berhenti memuji Tuhan dalam setiap waktu kehidupan kita. Karena Kemuliaan Tuhan akan turun atas hidup kita, kekuasaan Tuhan akan meliputi hidup kita dan bukan cuma itu saja. Saat puji-pujian kepada Allah terus kita nyanyikan, maka roh jahat yang mengganggu kita akan mundur.

1 Samuel 16:14-16
14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. 
15 Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; 
16 baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.”

Yesaya 1:10-13
Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom!
Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
11 “Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN;
“Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan
dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku,
siapakah yang menuntut itu dari padamu,
bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh,
sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan,
Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Puji-pujian kepada Tuhan sangat besar kuasanya. Begitu banyak mujizat terjadi saat pujian kepada Tuhan dinaikkan. Tetapi hanya puji-pujian yang sungguh-sungguh yang akan didengar Tuhan. Bahkan puji-pujian yang tidak sungguh dianggap jijik oleh Tuhan.

Biarlah mulai hari ini kita senantiasa memuji Tuhan dalam hidup kita. Dalam segala keadaan kita memuji Tuhan, maka kemuliaan Tuhan akan turun atas hidup kita, kemuliaan Tuhan akan meliputi hidup kita dan saya yakin akan ada banyak mujizat yang tidak pernah kita bayangkan atau pikirkan akan kita alami dalam hidup kita. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *