Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Kematian Kristus yang Menyelamatkan

Hingga saat ini masih banyak yang tidak mempercayai bahwa penyaliban Kristus adalah perbuatan Allah yang menyelamatkan, dan menganggap hal itu adalah suatu kebodohan.

Namun jika kita dapat merenungkan lebih jauh terhadap sikap yang diperlihatkan sebagian orang-orang yang telah mempercayai Kristus ternyata itu lebih dari suatu kebodohan, lebih tepatnya dapat dikatakan telah mengolok-olokkan ataupun mempermalukan Tuhan Yesus di dunia.

Bagaimana tidak jika ada yang dengan berani menegaskan diri sebagai Kristen namun sikap kasih dan pengampunan tidak pernah diperlihatkan, bahkan mungkin ada orang yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan lebih memiliki kasih kepada sesamanya manusia.

Jika setiap tahun gereja memperingati pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib sebagai tanda kasih dan pengampunan dari Allah, namun setiap tahun peringatan jumat agung berlalu begitu saja karena tetap tidak ada perubahan sikap dan tindakan. Yang dapat saya katakan bahwa ternyata hal seperti ini terjadi ketika Jumat Agung diperingati hanya sekedar peringatan akan sejarah yang berlalu tanpa mengambil hikmat dibalik kisah tersebut.

Yesus hanya diperingati dalam konteks sejarah masa lalu yang menjadikan Salib Kristus hanya sebuah aksesoris dan sebuah kisah yang sadis, sehingga kita hanya menempatkan diri sebagai penonton, padahal Tuhan melakukannya agar manusia dapat melihat bagaimana penderitaan yang dirasakan manusia akibat dosa.

Tidak heran jika hingga saat ini salah satu kenyataan kuasa dosa yang menguasai manusia adalah kesenangannya melihat penderitaan yang dibencinya. Sehingga tidak heran juga jika akhirnya banyak orang Kristen yang terbuai dalam suatu cerita atau film ketika musuh akhirnya dikalahkan oleh bintang film dengan pembalasan dendam.

Apa hikmat yang boleh kita ambil melalui peringatan pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus?

  1. Peneguhan Iman : Kita memang sudah mempercayai pengampunan dosa yang dianugerahkan Allah dalam hidup kita melalui kematian Tuhan Yesus di kayu salib, dan memperingati adalah sarana untuk semakin meneguhkan dan menghayati iman kita kepada Tuhan Yesus, bagaimana kasih Allah yang agung telah diperlihatkan kepada kita, bahwa pengasihan dan pertolongan Tuhan bukan kata-kata kosong tetapi sungguh semua.
  2. Salib Kristus adalah “Cermin” : Pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus adalah bukti kasih Allah kepada umat-Nya dan juga seruan pertobatan untuk menerima kasih-Nya yang besar itu. Sehingga peringatan yang kita lakukan adalah juga untuk melihat diri kita sudah sejauh mana sikap dan perbuatan kita mencerminkan kasih dan pengampunan dari Kristus untuk menerima anugerah-Nya. Bagaimana kita mau menyadari kekurangan kita dihadapan salib Kristus?
  3. Salib Kristus adalah “Motivasi Hidup” : Jika Allah mau mengorbankan diri-Nya melalui Yesus Kristus karena keberdosaan manusia, maka terlebih kita yang telah percaya kasih Allah pasti akan berkelimpahan dalam hidup kita. Sehingga peringatan yang kita lakukan adalah memotivasi kita untuk semakin bersemangat .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *