Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Membuat Terobosan, Belajar dari Petrus

Khotbah Minggu, 24 Maret 2019

Pembicara : Pdm. Muradi S

 


Ilustrasi Video
 
Filipi 1:21-22 (TB) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Rasul Paulus sedang dalam penjara karena bekerja untuk Tuhan, tetapi dia tidak putus asa bahkan tetap semangat. Seandainya Tuhan ijinkan dia tetap hidup, dia akan hidup untuk Kristus, melakukan perintah Tuhan dan menghasilkan buah. Seandainya Tuhan mengijinkan dia mati, diapun merasa untung karena sudah mati dalam Kristus.

Suatu semangat hidup yang luar biasa yang dapat kita pelajari dalam kehidupan kita.

Minggu lalu kita belajar dari Pdt Dominggus mengenai terobosan.
Lihat Catatan Khotbahnya

Salah satu ayat yang dibaca adalah ini:

Yesus menyembuhkan seorang buta dekat Yerikho

(Mat. 20:29-34; Mrk. 10:46-52)
Lukas 18:
35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. 

36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” 

37 Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” 

38 Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” 

39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” 

40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: 

41 “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” 

42 Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” 

43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Orang buta itu mencapai terobosan yaitu dari kondisi buta menjadi melihat.
Apa yang dia lakukan untuk mencapai terobosan?
1. Cari Tuhan Yesus dan berseru kepadaNya
2. Hadapi tantangan dan semakin keras berseru kepada Tuhan
3. Nikmati terobosan dan tetap memuliakan Tuhan

Saat ini kita akan belajar mengenai Rasul Petrus.

Santo Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas nama yang diberikan Yesus) adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus dan Paus pertama umat Kristiani. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16).
Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Simon dinamakan sebagai Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.

Petrus adalah salah seorang murid Tuhan Yesus yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus.

Dia adalah seorang murid yang melakukan terobosan.

Petrus sebelumnya adalah seorang nelayan. Lalu dengan pertolongan Tuhan Petrus melakukan terobosan menjadi seorang rasul yang luar biasa. Banyak orang bertobat, banyak orang memuliakan Tuhan bahkan dia adalah Paus pertama.

Petrus waktu lahir namanya adalah Simon lalu Tuhan Yesus mengganti namanya menjadi Petrus yang artinya batu karang.

** Ada beberapa hal yang akan kita pelajari mengenai Petrus.

Penjala ikan menjadi penjala manusia

(Mat. 4:18-22; Mrk. 1:16-20)

Lukas 5: 1-11

1 * Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 

2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 

3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 

4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 

5 * Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 

6 * Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 

7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 

8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” 

9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 

10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” 

11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

1. Mendengar Firman dan melakukannya.

Ini yang dilakukan Petrus. Dia tidak hanya mendengar, tetapi mau melakukkan Firman walaupun kelihatannya tidak masuk akal. Ayat 5.


Lukas 22: 31-34

31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 

32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” 

33 Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” 

34 Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”

Waktu murid-murid dan Tuhan Yesus sedang makan bersama, Tuhan Yesus sudah melihat bahwa Petrus akan mengalami kelemahan iman. Tetapi Petrus dengan tegas mengatakan bahwa iman dia tidak akan lemah.
Tuhan Yesus bahkan mengatakan sebelum ayam jantan berkokok Petrus akan menyangkal Tuhan 3 kali. 

Lukas 22:
Petrus menyangkal Yesus

(Mat. 26:57-58, 69-75; Mrk. 14:53-54, 66-72; Yoh. 18:12-18, 25-27)

54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh. 

55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka. 

56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.” 

57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia!” 

58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: “Engkau juga seorang dari mereka!” Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak!” 

59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.” 

60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam. 

61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.” 

62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Sebagai manusia kita dapat lemah seperti Petrus. Walaupun saat kita di dalam gereja kita menggebu-gebu. Tetapi sebagai manusia kita dapat lemah.
Petrus menyangkal Tuhan Yesus 3 kali karena takut. Dia sangat sedih waktu menyadari kalau dia sudah menyangkal Tuhan Yesus. Petrus benar-benar menyesal.

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama

Kisah Rasul 4:

1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 

2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 

3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 

4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 

6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 

7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” 

8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 

9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 

10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati – bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 

11 * Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri –,

namun ia telah menjadi batu penjuru.

12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 

14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 

Petrus dan Yohanes orang biasa yang tidak terpelajar. Para imam adalah orang pandai dan terpelajar dan para imam tidak dapat membantah Petrus dan Yohanes.

Jika dalam Lukas 22, Petrus adalah seorang penakut, yang bertanya kepadanya orang-orang biasa tetapi Petrus malah menyangkal Yesus karena takut.

Petrus ikut Tuhan Yesus 3 tahun, dekat dengan Tuhan mendengar perkataan Tuhan setiap hari tetapi ada saatnya dia lemah.

Apa yang membuat dia menjadi orang yang berubah dan berani.

Kisah Para Rasul 1:14 (TB) Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Ada 2 hal yang kita pelajari dari Rasul Petrus. Dia melakukan terobosan, dari seorang nelayan menjadi alatnya Tuhan yang luar biasa. Banyak orang bertobat dan banyak mujizat terjadi.
Petrus sebelumnya seorang penakut tetapi mengalami terobosan menjadi seorang pemberani yang membuat para imam tidak bisa berkata apa-apa.

1. Lukas 5:5 (TB) Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 

2. Kisah Para Rasul 1:14 (TB) Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

2 hal ini yang mengubah Petrus. Dari seorang yang mudah terombang ambing menjadi batu karang yang teguh.

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *