Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Hanya Dekat Allah aku Tenang

Renungan Biston

Jumat, 15 Maret 2019

Pembicara : Pdm. Muradi S

Mazmur 62:1-12 (TB) Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 
(62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 
(62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 
(62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela 
(62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 
(62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 
(62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 
(62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela 
(62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 
(62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 
(62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 
(62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya. 

Ayat 2 dan 3 yang mengatakan :

Mazmur 62:1-2 (TB) Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 
(62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 

Kita sebagai orang Kristen, mengerti bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan kita, Tuhan adalah gunung batu dan kota benteng sehingga kita bisa kuat dan tidak goyah.

Tetapi kita sering lupa kata “hanya”.

Hanya dekat Allah aku tenang.
Hanya Dia gunung batu keselamatanku,
Hanya Dia yang menguatkan aku sehingga aku tidak goyah.

Kata “hanya” di kedua ayat di atas artinya Tuhanlah satu-satunya. Kita mengandalkan Tuhan dan percaya Tuhan sepenuh hati.

1 Raja-raja 11:4 (TB) Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 

Salomo dengan segala kelimpahan berkatnya terus menurun keadaannya.

Karena dia tidak memakai kata “hanya” dalam hubungannya dengan Tuhan. Istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain.

Tuhan bukan hanya satu-satunya yang dia andalkan, tetapi ada allah-allah lain.

Kitapun akan semakin lemah pada saat kita tidak mengandalkan Tuhan sepenuh hati.

Salomo tidak sepenuh hati terpaut pada Tuhan sehingga hidupnya makin lemah.

Kisah Para Rasul 3:6 (TB) Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” 

Petrus menyembuhkan orang lumpuh bukan dengan emas perak, tetapi “hanya” dengan nama Yesus..

Hanya Yesus yang dapat memulihkan kita, hanya Dia yang sanggup menyembuhkan kita.
Hanya Tuhan yang dapat membuka pintu-pintu jalan keluar dari masalah kita.

Mari kita “hanya” percaya kepada Tuhan.
“Hanya” berpaut kepadanya dengan sepenuh hati.

Jika kita “hanya” menyembah dan “hanya” bergantung pada Tuhan, Dia pasti akan menunjukkan kuasa-Nya.
Percayalah! Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *