Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Mengasihi Sesama Awal Dari Jalan Berkat Tuhan

Khotbah Minggu, 03 Maret 2019

Pembicara : Pdm. Muradi S

Yohanes 13:34-35 (TB) Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Perintah ini disampaikan Tuhan Yesus dengan satu tujuan yaitu supaya semua orang tahu kalau kita ini adalah murid Kristus.

Sering yang kita lakukan bukan menunjukkan kalau kita ini murid Kristus.

Sikap hidup kita terhadap sesama dan orang-orang disekitar kita dapat menunjukkan siapa kita sebenarnya. Kalau sikap kita baik, nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Yesus membasuh kaki murid-muridNya
Yohanes 13:1-17 (TB) Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” 
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” 
Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Dalam kisah ini Tuhan Yesus kembali mengajarkan tentang kasih dan perintah untuk saling mengasihi.

* Mengapa kita harus saling mengasihi?

1. Karena Tuhan telah mengasihi kita terlebih dahulu.

Yohanes 13:34 (TB) Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Cara Tuhan mengasihi sering kali tidak dapat mengerti. Tetapi Tuhan tidak pernah sedetikpun tidak mengasihi anak-anak-Nya.

Markus 6:45-51 (TB) Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. 
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. 
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, 
sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,.

Dari kisah Mark 6 ini Tuhan Yesus kembali menunjukkan kasih-Nya yang sulit untuk dimengerti.

Saat murid-murid-Nya lelah setelah melakukan pelayanan memberi makan 5000 orang, mereka diperintahkan untuk pergi terlebih dahulu dengan perahu.

Saat ada di tengah danau, mereka terombang ambing karena angin sakal. Mereka harus berlelah-lelah menghadapi angin sakal dan gelombang besar. Dari awal malam, mungkin dari sekitar jam 7 malam sampai tengah malam bahkan sampai mereka melihat Tuhan Yesus berjalan di atas air jam 3 pagi.

Saat lelah Tuhan malah membiarkan mereka diterpa gelombang tinggi sehingga makin lelah mereka. Mengapa Tuhan tidak memberikan istirahat saat murid-murid-Nya lelah?

Koq Tuhan tega ya ?

Ternyata itulah cara Tuhan menunjukkan kasih-Nya.

Markus 6:48 (TB) Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Tuhan ijinkan masalah terjadi, tetapi Tuhan selalu melihat keadaan kita. Ayat 48 ini menunjukkan Tuhan melihat. Tuhan tahu keadaan murid-murid-Nya.

Tuhan melihat dan Tahu keadaan kita.

Itulah Kasih Tuhan yang indah. Tuhan tidak membuang masalah dalam hidup kita, tetapi Dia melihat kita. Dan yang lebih indah lagi Dia datang kepada kita. (ayat 48).

Saat Tuhan naik ke perahu mereka, anginpun reda. Murid-murid-Nya bingung dan heran.

Markus 6:51 (TB) Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, 

Itulah cara Tuhan mengasihi kita. Dia sangat mengasihi kita dan terlebih dahulu mengasihi kita.
Sehingga kitapun wajib untuk saling mengasihi.

2. Kita harus saling mengasihi karena Tuhan telah memberi teladan untuk saling mengasihi.

Yohanes 13:14-15 (TB) Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Tuhan dengan rendah hati membasuh kaki murid-murid-Nya. Tuhan Yesus adalah Guru dan Tuhan, tetapi Dia mau membasuh kaki murid-murid-Nya. Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi Dia juga memberi contoh dan teladan.

Dia adalah Guru yang luar biasa. Suatu contoh dan teladan yang sangat indah. Membasuh kaki orang lain adalah pekerjaan rendah, tetapi Tuhan Yesus melakukannya.

Yohanes 13:15 (TB) sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Jadi kali ini Tuhan mengajarkan supaya kita saling mengasihi karena 2 hal:
1. Karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita.
Dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Dengan penyertaan-Nya yang tiada pernah berhenti.

2. Karena Tuhan telah memberi contoh dan teladan.
Kalau kita mengaku sebagai murid Tuhan, mari ikuti teladan dan contoh Guru kita.

Tuhan Yesus pasti akan memberkati kita dengan kasih-Nya yang tidak pernah berkesudahan.
Dalam keadaan apapun Tuhan selalu melihat kita, bahkan memelihara kita. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *