Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Karakter Yang Berkenan Kepada Allah

Khotbah Minggu, 17 Februari 2019

Pembicara : Pdt. Wahyu Seharja

Kisah Para Rasul 13:22-23 (TB)  Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 
Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.
 
Tuhan berkenan kepada Daud sehingga dari keturunan Daud akan lahir juruselamat manusia yaitu Tuhan Yesus.
Karena Daud berusaha hidup benar dengan dipimpin oleh Tuhan, Daud dapat menikmati pertolongan Tuhan dalam kehidupannya dari hari ke hari.
 
* Mengapa Daud dapat berkenan dihadapan Tuhan?
* Mengapa Saul tidak berkenan dihadapan Tuhan?
 
Raja Saul adalah raja pertama dari bangsa Israel atas permintaan bangsa Israel. 
Dari penampakan secara fisik Saul sangat baik, tetapi Saul gagal melakukan tugasnya karena tidak taat kepada Allah sehingga ia disingkirkan Tuhan.
Saat Saul akan berperang melawan bangsa Filistin dan saat ia terdesak, Saul diminta untuk menunggu Samuel sebelum mempersembahkan korban bagi Tuhan.  Tetapi Saul tidak sabar. Ia akhirnya mempersembahkan korban tanpa menunggu Samuel.
 
Mengapa Daud yang menjadi pengganti Saul sebagai Raja Israel hidupnya berkenan kepada Tuhan?
 
1. Daud melekat kepada Tuhan?
 
Mazmur 63:8 (TB)  Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. 
 
Daud melekat kepada Tuhan, dekat dengan Tuhan dalam segala hal dalam kehidupannya.
 
2. Daud suka menyembah dan memuji Allah
 
Saat penyembahan yang sungguh dalam ibadah kita, kita akan menikmati hadirat Tuhan sehingga kita dapat menikmati kuasa Tuhan.
 
Mazmur 63: (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. 
(63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. 
 
Tuhan bersemayam dalam setiap pujian umat-Nya. Tuhan sangat suka saat kita menyembah dalam pujian yang sungguh-sungguh.
 
Daud begitu sering menyembah dan memuji Tuhan dalam segala keadaan kehidupannya.
 
3. Daud menyadari akan kesalahannya.
 
Mazmur (TB)  (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 
 
Daud juga jatuh dalam dosa, bahkan dosa besar yaitu membunuh dan berzinah. Daud juga dihukum oleh Tuhan yaitu anak dari hasil perzinahannya mati.
 
Tetapi hal yang sangat dihargai Tuhan ialah Daud menyadari kesalahannya.
 
Kita sering kali sulit untuk sadar akan pelanggaran kita.
 
Kita bisa melihat kesalahan orang tetapi sulit untuk sadar akan kesalahan diri.
 
4. Raja Daud benci kepada dusta
 
Mazmur 119:163 (TB)  Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai. 
 
Dusta dan kebohongan sangat dibenci Tuhan. Daud juga benci kepada dusta dan Daud mencintai Taurat Tuhan.
 
5. Daud mengingat kebaikan Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan.
 
Mazmur 119:62 (TB)  Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu atas hukum-hukum-Mu yang adil. 
 
Tengah malam Daud bangun untuk mengingat kebaikan Tuhan dan menaikan syukur kepada Tuhan.
Betapa indahnya kalau kita sebagai umat Tuhan kalau kita suka mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita.
Begitu banyak pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita tetapi sering kita tidak mengingatnya.
 
6. Daud bersukacita datang ke rumah Tuhan
 
Mazmur 122:1-2 (TB)  Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.” 
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. 
 
Daud sangat menikmati ada di dalam rumah Tuhan. Di rumah Tuhan Daud dapat menyembah Tuhan, dapat menikmati berkat Firman Tuhan.
 
7. Daud setia, benar dan jujur di hadapan Tuhan
 
1 Raja-raja 3:5-6 (TB)  Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
 
Salomo mengatakan bahwa Daud adalah setia, benar dan jujur dihadapan Tuhan.
 
Daud berkenan dan menyenangkan Tuhan karena 7 hal ini:
 
1. Daud melekat kepada Tuhan
2. Daud suka menyembah dan memuji Allah
3. Daud menyadari akan kesalahannya.
4. Raja Daud benci kepada dusta
5. Daud mengingat kebaikan Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan.
6. Daud bersukacita datang ke rumah Tuhan
7. Daud setia, benar dan jujur di hadapan Tuhan
 
Kiranya kita semua boleh belajar seperti Daud sehingga kita selalu berkenan kepada Tuhan. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *