Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Jangan Menyakiti Tuhan, Sumber Air Hidup

Khotbah Minggu, 10 Februari 2019

Pembicara : Pdm. Yong Atmaja

Yeremia 2:13 (TB)  Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. 

Umat Tuhan dikatakan 2 kali berbuat jahat, mereka meninggalkan Tuhan. Tuhan sumber air kehidupan tetapi umat Tuhan ini malah menggali kolamnya sendiri

Keluaran 32:4 (TB)  Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”  

Umat Israel mengambil anting emas dan membuat anak lembu tuangan dan menyembahnya menggantikan Tuhan.

Umat Israel menyakiti Tuhan dengan meninggalkan Tuhan, mereka menyembah yang selain Tuhan.

Keluaran 32:8 (TB)  Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” 

Dari ketiga ayat ini dijelaskan mengapa hati Tuhan disakiti, yaitu karena menggantikan Tuhan dengan percaya kepada yang lain. Tuhan disakiti karena Tuhan tidak mau umat-Nya menduakan Tuhan.

Tuhan adalah sumber air hidup, sumber segala berkat, sumber segala keselamatan dan sumber segala kebaikan.
Tetapi banyak umat Tuhan melupakan-Nya, sehingga hati Tuhan disakiti.

Ulangan 6:12-15 (TB)  maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. 
Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.  
Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, 
sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. 

Ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk berhati-hati untuk tidak melupakan Tuhan. Tuhan yang telah banyak berbuat baik kepada kita dalam hari-hari kehidupan kita.
Tuhan ingin kita mengingat-Nya selalu dalam kehidupan kita. Sehingga kita dapat hidup takut kepada Tuhan dan kita tidak akan pernah meninggalkan Tuhan dalam keadaan apapun.

Bukan hanya orang yang tidak percaya yang tidak selamat tetapi umat Tuhan yang tidak setia pun tidak akan diselamatkan.

Ulangan 6:15 (TB)  sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. 

Jika kita tidak setia kepada Tuhan, sebagai orang percaya ayat ini mengatakan bahwa Tuhan kita cemburu sehingga murka-Nya dapat bangkit.

Pada jaman anugrah ini Tuhan mengajar kita untuk mengaku dosa, minta ampun dengan sungguh maka Tuhan akan mengampuni kita, melayakkan kita sehingga kita dapat hidup dekat kepada anugrah-Nya yang tidak terbatas.

Yehezkiel 47:1-3 (TB)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 
Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

Yehezkiel 47:4-8 (TB)  Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 
Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. 
Lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,

Yehezkiel 47:9-12 (TB)  sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. 
Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. 
Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.” 

Ayat-ayat ini menjelaskan mengenai penglihatan mengenai air hidup yang keluar dari bait suci yang terus mengalir sampai menjadi sungai.
Tuhan sebagai air hidup akan terus memberikan kehidupan bagi kita semua yang mau menikmati air hidup.
Betapa ruginya kita jika kita meninggalkan Tuhan yang akan melimpahkan kasih yang tak habis-habisnya.
Jangan buat kolam sendiri, yaitu mengandalkan diri sendiri, bergantung pada orang lain sehingga kita gagal menikmati Air Hidup dari Tuhan.

1. Jangan menyakiti Tuhan.
2. Jangan melupakan Tuhan.
3. Jangan meninggalkan Tuhan.

Tuhan pasti akan memberkati kita dengan Air Hidup jika kita melakukan 3 hal ini. Amin!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *