Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Nasehat Untuk Berjaga – Jaga

Renungan Biston

Jumat, 25 Januari 2019

Pembicara : Bpk Riki Muliawan

Matius 24:37-44 (TB)  “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
 
Mengapa Nuh tetap kuat untuk berjalan sesuai kehendak Tuhan ?
Di tengah lingkungan orang-orang yang berbuat jahat bahkan dapat menyesatkan.
 
 
Kejadian 6:9 (TB)  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
 
 
1. Nuh adalah seorang benar, yang hidupnya tidak bercela.  Nuh dan keluarga hidup dilingkungan yang jahat. Tetapi Nuh tetap kuat. 
 
 
2. Nuh bergaul dengan Allah. Nuh hidup dekat dengan Tuhan, sehingga ia kuat berjalan menghadapi kehidupan yang banyak masalah dan persoalan.
 
 
Nuh dapat setia dan taat melakukan kehendak Tuhan, ia membuat bahtera sehingga membuat dia dan keluarganya dicemooh.
Untuk bisa taat itu sulit, tetapi Nuh memberikan contoh yang luar biasa.
Hidup benar dan tidak bercela dan hidup bergaul erat dengan Allah.
 
 
Kisah Para Rasul 5:29 (TB)  Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
 
 
Jika kita bergaul dengan Tuhan maka kita akan mampu hidup taat kepada Tuhan. Tidak mudah terpengaruh oleh keadaan dunia yang jahat. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *