Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Hikmat Yang Benar Dari Tuhan

Minggu, 13 Januari 2019

Pembicara : Pdt. Wahyu Seharja

Efesus 1:16-18 (TB)  16.aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 
17. dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18.Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
Rasul Paulus berdoa kepada Allah untuk jemaat di Efesus meminta Roh hikmat dari Allah.

Roh hikmat dari Allah akan membuat kita mampu menata hidup kita dengan baik, walaupun harus menghadapi badai dan topan.
Hikmat dari Allah akan membuat kita mengerti mana yang benar dan mana yang salah.
Hikmat dari Allah memberikan pengetahuan yang melampaui akal pikiran kita.
Salomo memiliki hikmat Allah sehingga dia dapat menata kerajaanya dengan amat baik sehingga negerinya menjadi negeri yang sangat makmur

Pengkhotbah 7:1-4 (TB)  1.Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.
2.Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.
3.Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. 
4.Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. 

Manusia lebih suka berpesta atau datang ke tempat pesta daripada ke rumah duka. Orang berhikmat lebih senang ke rumah duka daripada ke rumah tempat bersukaria, mengapa ?
Pada saat kita berada di rumah duka, atau pada waktu kita mengalami kedukaan, kita akan ingat dan mencari Tuhan.
Tetapi tempat orang bersukaria dapat membuat orang lupa akan Tuhan.
Anak-anak Ayub suka berpesta pora, dan hanya menikmati kesenangan dunia. Apa yang terjadi setelah itu? Angin ribut datang, rumah pestanya roboh dan mereka semua mati.

Matius 26:36-41 (TB)  36.Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
37. Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 
38.lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
39.Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
40.Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
41.Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Tuhan Yesus sedang berada di rumah kedukaan saat Dia berada di taman Getsemani. Saat Dia dalam rumah kedukaan Dia berdoa dengan sungguh. Dia bahkan mengajak murid-murid-Nya untuk tetap berjaga dalam doa. Rumah duka bukan berarti Tuhan suka manusia berduka, tetapi Tuhan ingin manusia, anak-anak-Nya tetap berada dalam kasih Tuhan dan selalu ingat Dia.
Setelah kita hidup dalam doa yang terus menerus kepada-Nya, Tuhan akan membuat kita bisa masuk kerumah pesta yang sebenarnya, yaitu bukan suka cita dunia tetapi sukacita dari Allah.

Wahyu 19:7-9 (TB)  7.Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. 
8.Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.] 
9.Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Dalam Lukas 15:11-32, dikisahkan mengenai anak yang hilang, yang memilih hidup dalam rumah pesta  dunia, kesenangan dunia, hidup berfoya-foya tetapi ujungnya adalah penderitaan.

Hikmat dari Allah membuat kita dapat mengambil keputusan yang benar. 

Yusuf di Kejadian 41:37-57, masuk ke rumah duka yaitu dibuang ke dalam sumur, dijual sebagai budak bahkan sampai masuk penjara. Tetapi karena Yusuf penuh Roh Allah, Roh hikmat dari Allah membuat dia tetap menjadi orang benar. Dari budak Tuhan angkat menjadi penguasa Mesir yang sangat berkuasa. 


Efesus 1:17 (TB)  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Rumah duka akan menjadi rumah pesta jika kita selalu bejaga dalam doa, kuasa Tuhan dinyatakan seperti pesta pernikahan di Kana. Anggur kering menjadi anggur manis terbaik.

Mintalah kepada Allah, datanglah kepada-Nya minta Roh hikmat agar kita dapat hidup benar.
Hikmat dari Allah jauh lebih tinggi nilainya dari segala macam hal-hal duniawi. Hikmat dari Allah membuat kita dapat hidup benar yang akan seperti rembang tengah hari. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *