Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Setia Hingga Mati

Minggu, 16 Desember 2018
Pembicara : Pdt. Hezron Sibarani

Wahyu 2 : 8-11 (TB)  “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.”

Setia sampai mati. Pengertian mati ada 2, yaitu :
1. Mati karena memang sudah tua atau waktunya mati.
2. Mati karena mempertahankan iman.

Dalam kita mengikut Tuhan, setia itu ada hubungannya dengan ketaatan. Ketaatan berhubungan dengan iman. Orang yang beriman sudah pasti taat dan setia.

Apa arti setia ? Adalah terus menerus melakukan suatu hal.
Mengapa Tuhan meminta kita setia sampai mati ? Karena setiap orang akan menghadapi ujian. Hanya orang yang dapat melewati ujian dan taat sampai akhir masa ujiannya orang itu dapat dikatakan setia.

Tuhan Yesus mengajarkan kita : hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan

Raja Daud ketika menjalani kehidupannya begitu banyak ujian yang dihadapi. Mulai dari jatuh dalam dosa, masalah keluarga, dan banyak masalah lainnya, tetapi ia tetap setia sampai akhir hidupnya.

1 Raja-raja 2:3 (TB)  Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju

Ayat ini adalah nasehat raja Daud kepada anaknya supaya mereka hidup setia kepada Tuhan dengan hidup menurut jalan Tuhan.
Karena dengan hidup setia, Tuhan tidak akan meninggalkan kita.

Dalam menyambut tahun 2019 kita harus setia dalam :
1. Beribadah.
2. Berdoa. Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.
3. Mengembalikan milik Tuhan.

Jika kita setia melakukan Firman Tuhan, janji Tuhan bahwa kita akan beruntung.

Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa – apa. Di dalam Tuhan kita akan mendapat kekuatan dan penyertaan-Nya selalu.
Setia mendengar Firman Tuhan, setia juga melakukan Firman Tuhan.
Tuhan Yesus sudah memberikan keselamatan kepada kita dan tugas kita adalah setia menjaga keselamatan yang sudah diberikan Tuhan dengan darahNya.

1 Raja-raja 13:11-26 (TB)  Di Betel diam seorang nabi tua. Anak-anaknya datang menceritakan kepadanya segala perbuatan yang dilakukan abdi Allah pada hari itu di Betel. Mereka menceriterakan juga kepada ayah mereka perkataan yang dikatakannya kepada raja. 
Kemudian ayah mereka bertanya: “Dari jalan manakah ia pergi?” Lalu anak-anaknya menunjukkan kepadanya jalan yang diambil abdi Allah yang datang dari Yehuda itu.
Ia berkata kepada anak-anaknya: “Pelanai keledai bagiku!” Mereka memelanai keledai baginya, lalu ia menunggangnya 
dan pergi mengikuti abdi Allah itu dan mendapatinya duduk di bawah sebuah pohon besar. Ia bertanya kepadanya: “Engkaukah abdi Allah yang telah datang dari Yehuda?” Jawabnya: “Ya, akulah itu.”
Katanya kepadanya: “Marilah bersama-sama aku ke rumah untuk makan roti.” 
Tetapi jawabnya: “Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini,
sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.”
Lalu jawabnya kepadanya: “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.
Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya. 
Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman TUHAN kepada nabi yang telah membawa dia pulang. 
Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: “Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, 
tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, — maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu.”
Setelah orang itu makan roti dan minum air, dipelanailah keledai baginya. 
Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itu pun berdiri di samping mayat itu.
Orang-orang yang lewat melihat mayat itu tercampak di jalan dan singa berdiri di sampingnya. Dan mereka menceriterakannya di kota tempat kediaman nabi tua itu.
Ketika hal itu kedengaran kepada nabi yang telah membujuk dia berbalik kembali, ia berkata: “Dialah abdi Allah yang telah memberontak terhadap titah TUHAN. TUHAN menyerahkan dia kepada singa, yang mencabik dan membunuhnya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepadanya.” 

Kisah Alkitab di atas adalah kisah seorang yang tidak setia melakukan Firman Tuhan. Harus setia mendengar dan melakukan dengan sungguh karena setiap Firman punya tujuan yang indah.
Harus mendengar Firman Tuhan dengan sebenar benarnya. Karena Firman Tuhan yang murni adalah sumber kekuatan dan berkat.
Di ayat diatas, nabi Tuhan tadi tidak melakukan Firman Tuhan dan tertipu oleh bujuk rayu duniawi.
Jangan biarkan kita tertipu oleh yang bukan dari Firman Tuhan.
Mazmur 18:25 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,

1 Korintus 10:13 (TB)  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 
Renungan:
Marilah kita setia melakukan Firman Tuhan dengan setia beribadah, setia berdoa dan setia mengembalikan milik Tuhan. Setia sampai mati dalam setiap ujian, rintangan dan godaan, maka Tuhan akan memberikan pertolongan yang indah sesuai kehendak dan waktuNya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *