Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Hanya Di Dalam Tuhan Saja Kita Memperoleh Hidup

Minggu, 18 November 2018
Pembicara : Pdt. Daniel Rudi

Yesus membangkitkan anak muda di Nain
Lukas 7:11-17 (TB)  Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 
Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. 
.

Yohanes 3:36 (TB)  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Jika kita tidak taat kepada Anak, kepada Yesus ia tidak akan memperoleh hidup.
Kita akan mengalami kematian rohani. Jangan sampai kita hidup tetapi rohaninya mati.
Manusia memiliki roh, jiwa dan tubuh.
Tubuh itu terbatas, bisa lelah bahkan bisa mati. Jiwa manusia terbatas, bisa pandai satu hal, tetapi lemah dibidang yang lain.
Tetapi roh tidak terbatas, satu satunya tempat di dalam diri manusia yang bisa menjadi tempat tinggal untuk Tuhan adalah di dalam roh manusia. Karena roh kita tidak terbatas.
Jika kita mau Tuhan tinggal didalam hidup ini, jangan biarkan roh kita mati.

Karena hanya didalam Tuhan kita bisa hidup bahkan berbuah.

Yohanes 15:5 (TB)  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Firman Tuhan berkata jika kita berada di luar Tuhan, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Hanya di dalam Tuhan saja kita bisa hidup dan berbuah.
* Siapa yang bisa membangkitkan kita dari kematian rohani ?

Lukas 7:14 (TB)  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Anak muda yang telah mati, tetapi saat mengalami sentuhan dari Tuhan Yesus.

Jamahan Tuhan Yesus memberi kebangkitan rohani,  kekuatan rohani sehingga mengalami kehidupan rohani yang luar biasa.

Lukas 7:13 (TB)  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Sentuhan Tuhan Yesus adalah sentuhan penuh kasih, sehingga terjadilah kebangkitan dari terbatas menjadi tidak terbatas, dari mati menjadi hidup.

Orang percaya yang mengalami sentuhan akan memiliki roh yang terus menyala nyala.

Roma 12:11 (TB)  Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 

Saat roh menyala, kita akan semangat melayani Tuhan dengan sungguh dan tulus.
Tidak melayani pekerjaan Tuhan karena hak dan kewajiban saja, itu hanya akan membuat kita menjadi mudah kecewa dan putus asa.
Tetapi jika melayani Tuhan dengan segenap hidup kita, apapun keadaan yang terjadi, kita akan tetap setia melayani Tuhan seperti hamba.
Renungan:
Kematian rohani dapat terjadi karena tidak taat dan berada jauh dari Tuhan, tetapi sentuhan kasih Tuhan dapat menghidupkan rohani kita.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *