Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Sikap Orang Percaya Menghadapi Masalah

Minggu, 11 November 2018
Pembicara : Pdt. Yohanes Setiawan

2 Korintus 12:7-9 (TB) 
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Akhir-akhir ini kita mendengar bencana demi bencana terus melanda Indonesia. Mulai dari gempa di Lombok dan Palu di Sulawesi, lalu pesawat Lion Air yang jatuh.

Kita kadang tidak tahu harus melakukan apa. Mungkin kita berpikir jika sudah jadi orang percaya maka kita akan sedikit menghadapi masalah.
Rasul Paulus menjelaskan bahwa dia diproses dengan diberi duri dalam daging, masalah yang membuat dia tidak dapat berjalan normal, membuat hidupnya makin berat.

Rasul Paulus mengalami pengalaman yang luar biasa yang membentuk dia untuk tidak meninggikan diri karena pengalaman pengalaman hebatnya selama ia hidup.

Rasul Paulus diberi duri dalam daging dalam proses pembentukan hidupnya.
Duri dalam daging bisa ditafsirkan dosa duniawi, ada juga yang mentafsirkan duri dalam daging sebagai orang-orang yang membenci Paulus, ada yang mentafsirkan sebagai sifat Paulus yang keras,  ada juga yang mentafsirkan kelemahan fisiknya yaitu penglihatannya yang lemah, semua hal-hal yang yang tidak enak yang mengganggu kehidupannya.

Kita pun dapat mengalami duri dalam daging, dihina, menderita masalah, bahkan kelemahan fisik.
Di dunia ini semua manusia akan mengalami masalah. Tidak ada seorangpun yang bebas dari masalah.

Pengkhotbah 9:2-3 (TB) 
Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati. 

Lalu apa yang membedakan masalah-masalah setiap orang?
Yang membedakannya adalah sikap hidup dalam menghadapi masalah tersebut.

Sikap pertama : menyadari bahwa tidak ada seorangpun di dunia yang tidak menghadapi masalah.

Sikap kedua : adalah Rasul Paulus berseru kepada Tuhan saat ia menghadapi masalah.

2 Korintus 12:8 (TB) 
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 

Rasul Paulus bahkan berseru sampai 3 kali, ia terus menerus berseru kepada Tuhan.
Jangan berseru kepada manusia. Manusia terbatas kemampuannya, tetapi Tuhan adalah tempat kita berseru. Kekuasaannya tidak terbatas, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Tiga kali Rasul Paulus berseru. Menunjukan kesungguhan, ketekunan Paulus untuk minta pertolongan kepada Tuhan

Yakobus 5:13-18 (TB) 
Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 
Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 
Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.  

Berdoa adalah cara anak-anak Tuhan menghadapi masalah. Dengan berdoa kita akan kuat dalam pengharapan.
Elia manusia biasa, tetapi dia berdoa dengan sungguh, doanya pun mendapat jawaban.

Lalu apa jawaban Tuhan saat kita sudah melakukan langkah-langkah di atas:

2 Korintus 12:9 (TB) 
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Jawaban Tuhan pada doa Rasul Paulus adalah ,”Tidak”..
Apakah Tuhan tidak peduli pada doa Rasul Paulus ?
Tidak. Tuhan sangat peduli.
Tetapi Tuhan menghendaki Paulus justru mengalami kuasa Tuhan saat dia mengalami duri dalam daging.
Justru dalam kelemahan, dalam pergumulan, dalam masalah kita bisa mengalami kuasa Tuhan.

Roma 8:35 (TB) 
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Apapun yang terjadi kita tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan.

Renungan:
Sikap kita menghadapi masalah:
1. Semua orang didunia ini pasti mengalami masalah. Tidak ada seorangpun yang tidak punya masalah.
2. Rasul Paulus berseru 3 kali, berseru terus menerus kepada Tuhan.

Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup kita. Amin.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *