Pengumuman Jadwal Ibadah Selama Masa Transisi PSBB... Ibadah Minggu akan dilakukan 2x.. Pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB... Info lengkap klik / ketuk tulisan ini

Hidup Bagaikan Tuts Piano

Hidup itu bagaikan sebuah piano, ada Tuts Hitam dan Tuts Putih dimana tiap-tiap tutsnya melambangkan sebuah makna kehidupan. Tuts Hitam mewakili rasa sedih ataupun kecewa dan Tuts Putih mewakili rasa senang ataupun bahagia.
Ketika jemari-jemarimu hanya memainkan tuts hitam ataupun tuts putih saja maka nada ataupun musik yang dihasilkan akan monoton bahkan tanpa variasi nada.
Namun ketika jemari-jemarimu memainkan ataupun memadukan dari kedua tuts hitam dan putih maka akan menghasilkan alunan nada musik yang indah dan harmonis bahkan selaras.

Begitupun dengan hidup ini yang memiliki tuts-tuts layaknya tuts hitam atau putih,
yang bilamana kita terjemahkan Adakalanya kebahagiaan dan kesukacitaan, kesedihan ataupun kekecewaan yang menghampiri ke kehidupan kita.

Walaupun kebanyakan dari kita hanya menginginkan tuts putih dalam hidup dan kadangkala kita menolak menerima keberadaan tuts hitam.
Dengan kata lain hanya mau menerima kesenangan tanpa mau merasakan sakit.
Maka piano kehidupan ini tidak akan terasa indah dan tidak akan lengkap tanpa adanya kehadiran tuts hitam.

Sejenak coba kita melihat kebelakang dan merenungkan kembali.
Adakah piano kehidupan kita hanya memainkan nada dari tuts putih??
Atau sebaliknya adakah piano kehidupan kita hanya memainkan nada dari tut hitam??

Indah atau tidak piano kehidupan yang kita mainkan tergantung bagaimana kita menerima kehadiran tuts piano hitam yang kelak mendera.
Karena piano bukanlah piano tanpa kehadiran tuts hitam dan begitupun sebaliknya tanpa kehadiran tuts putih.
Maka bersyukurlah dengan tuts hitam dan putih, karena dengan tuts-tuts itu Tuhan mengajarkan bagiamana menciptakan dan memainkan sebuah lagu kehidupan kita sendiri agar menjadi simfoni yang indah dan harmonis bahkan selaras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *